Tati Pembantuku (Original Posted)

Tati Pembantuku

Tati Pembantuku

Namaku Andi. Aku adalah seorang pekerja kantoran dan begitu juga dengan istriku Jessica. Setiap hari kami selalu berangkat menuju kantor bersama-sama dari rumah kami di daerah Tangerang tepatnya di perumahan Poris. Istriku bekerja di daerah Grogol sedangkan aku bekerja di daerah Daan Mogot sehingga setiap hari aku selalu harus mengantar istriku terlebih dahulu baru aku kembali ke arah Daan Mogot menuju kantorku.

Kisah ini berawal ketika istriku hamil dan menjelang kehamilannya kami merencanakan memiliki seorang pembantu rumah tangga yang dapat membantu pekerjaan rumah dan sekaligus bertugas menjaga anak kami nantinya jika sudah lahir. Kebetulan dirumah kami di Poris, kami hanya tinggal berdua saja yaitu aku dan istriku. Jika kelak kami berdua bekerja, siapa yang akan menjaga anak kami? Atas dasar pertimbangan itulah akhirnya kami memutuskan untuk mengambil seorang pembantu.

Singkat cerita,atas rekomendasi dari seorang teman kantor akhirnya kami mengambil seorang pembantu di sebuah yayasan didaerah Sunter Jakarta Utara.

Malam harinya setelah kami pulang kerja, aku dan istriku mengendarai mobil menuju daerah sunter. Sebelumnya tadi siang kami sudah menghubungi pihak yayasan penyalur pembantu dan mereka mengatakan ada seorang pembantu dari daerah Lampung. Setibanya di kantor yayasan tersebut, kami dipertemukan dengan seorang gadis yang berumur kira-kira 17 Thn. Gadis itu kelihatan lugu dan hitam manis. dan dialah yang akan menjadi pembantu di rumah kami. Setelah semua urusan administrasi selesai maka kamipun membawa pembantu tersebut yang bernama Tati menuju kerumah kami.

Tati ternyata seorang anak yang sopan dan rajin bekerja. Terus terang kesan pertamaku ketika bertemu dia di yayasan penyalur tenaga kerja sebelumnya itu kurang begitu menyukainya. didalam pandangan mataku, si Tati kelihatan kurus dan dekil. pasti kerjaannya jorok pikirku, tetapi karena kami sangat membutuhkan seorang pembantu dan pada saat itu usia kandungan istriku telah menginjak usia 8 bulan maka terpaksa aku menerimanya. Setelah beberapa hari bekerja di rumah kami , dia ternyata anak yang rajin dan sopan, maka perlahan-lahan aku mulai bisa menerimanya dan menyukainya (suka dalam arti positif ) dan menganggap dia sebagai bagian dari keluarga kami. Apalagi setelah putera pertama aku lahir dan dia begitu telaten mengurus dan merawat putera kami dengan penuh kasih sayang yang tidak dibuat-buat, aku dan istriku semakin suka dan menyayanginya.

Singkat cerita setelah masa cuti melahirkan selesai dan istriku harus kembali bekerja dikantor dan kami percayakan perawatan anak kami kepada Tati. Dari penuturan para tetangga baik tetangga depan rumah maupun tetangga kanan kiri rumah kami, kami mendapat cerita bahwa pembantu kami anaknya sangat baik dan sangat menyayangi puteraku. mereka sering melihat bagaimana Tati membujuk dan menimang anakku dengan penuh kesabaran ketika anakku  sedang rewel dan menangis tatkala kami berdua sedang berada di kantor. Hal itu tentu saja membuat aku dan istriku gembira sekali dan semakin sayang kepada Tati pembantu kami tersebut. dan hal itu membuat saya dan istri sepakat menaikan gaji dia setiap 6 bulan sekali. bahkan saking sayangnya kepada Tati, istriku menghadiahkan sebuah handphone merk nokia berkamera VGA, alasan istriku supaya Tati bisa berkomunikasi dengan keluarganya dikampung dan bisa betah bekerja di rumah kami. Aku tidak keberatan.

Setelah Tati tinggal bersama kami lebih dari 8 bulan, secara perlahan-lahan aku melihat banyak perubahan terhadap fisiknya. Tati yang dulunya dekil dan kusam kulitnya serta kurus badannya sekarang mulai kelihatan terawat kulitnya dan badannya lebih berisi sehingga aku baru menyadari bahwa sebenarnya Tati pembantuku tersebut cukup manis. Tapi saat itu didalam pikiranku hanya terbesit sebuah rasa kagum dan senang saja dan tidak ada rasa lain sama sekali. Sampai suatu hari ketika aku harus kembali kerumah mengambil file-ku yang ketinggalan dirumah dan istriku masih berada dikantor. Saat aku tiba di rumah siang itu, aku melihat rumah dalam keadaan sepi. Aku memanggil-manggil nama pembantuku tetapi tidak ada jawaban. Akhirnya aku membuka gembok pagar menggunakan kunci cadangan yang selalu kubawa dan masuk kehalaman serta mencoba mengintip kedalam jendela kaca kamar kami yang  berwarna hitam. Kebetulan kamar kami mnghadap kehalaman depan. Di situ aku lihat si Tati sedang mengendong anakku yang tertidur pulas. Mungkin karena pembantuku takut membangunkan anakku jika dia menjawab sahutanku maka dia lebih memilih diam saja. Untuk hal itu aku bisa memakluminya dan semakin kagum kepadanya. Pada saat tadi aku menempelkan kepalaku ke kaca jendela hitam dan mengintip kedalam kamar, aku sempat berdebar-debar. Aku melihat pembantuku yang sedang menggendong anakku itu hanya memakai singlet. Mungkin karena cuaca panas dan dirumah tidak ada orang dewasa maka dia berani hanya memakai singlet. darah saya sempat berdesir, apalagi ketika dia keluar dari kamar dan membukakan pintu untukku sambil menggendong anakku yang tertidur pulas, aku jadi salah tingkah dan tidak berani melihat tubuhnya. padahal sebenarnya aku ingin sekali melihatnya. Tati mungkin tidak sadar kalau dia saat itu hanya memakai sebuah baju singlet. Selama ini dia selalu berpakaian T-shirt dan rok panjang yang sopan. Setelah aku mengambil file yang tertinggal,aku segera menuju ke kantor kembali sambil tidak lupa berpesan agar menjaga anakku sebaik-baiknya.

Tanpa aku sadari,sejak kejadian baju singlet tersebut aku jadi sering melamuni pembantuku dan diam-diam sering memperhatikan Tati pembantuku tersebut. Semakin hari aku melihat bahwa  Tati semakin menarik. Aku tidak tahu apakah aku sudah gila atau tidak. Kebaikannya,kesopan-santunannya,rasa hormatnya kepada aku dan istriku serta rasa sayangnya yang begitu besar terhadap anakku membuat aku jatuh hati padanya. Hari demi hari berlalu, minggu berganti bulan dan tidak terasa Tati telah berkerja di rumahku selama 3 tahun. selama itu pula aku memendam perasaan suka dan sayangku padanya. perasaan ini begitu menyiksa diriku. aku hanya bisa memendamnya sendiri. Aku sadar bahwa aku seorang majikan dan Tati hanyalah seorang pembantu. tetapi kadang hatiku juga berkata apa bedanya aku dan Tati, hanya pekerjaan dan status sosial kami saja yang berbeda. Dia tetap manusia dan sama derajatnya denganku dimata Tuhan. Mungkin para pembaca tidak percaya bahwa aku telah jatuh cinta kepada Tati pembantuku itu. Selama 3 tahun bekerja di rumahku, tidak pernah satu kalipun dia bersikap kurang sopan atau membantah kami. Hal itu mebuat aku makin suka kepadanya dan sampai jatuh hati kepadanya. hatiku makin tersiksa karena memendam perasaan ini terhadap dia.

Suatu hari ketika aku sakit (mungkin karena kecapekan bekerja ) dan harus beristirahat dirumah. dan Pagi itu istriku telah berangkat bekerja dengan mengendarai mobil sendiri. Dirumah hanya tinggal aku, Tati dan Anakku. Aku yang sedang kurang enak badan berbaring di ranjang di dalam kamarku sedangkan anakku sedang bermain dikamarku juga ditemani oleh Tati. Jam menunjukkan pukul 10.18 dan mungkin karena sudah kecapekan bermain akhirnya anakkupun tertidur dikasur disamping ranjangku. Sudah menjadi kebiasaan Tati jika anakku sedang tidur dia selalu berada disamping anakku sampai anakku nanti bangun. Ketika itu aku melirik kearah Tati dan kulihat dia duduk sambil memandangi anakku yang sedang tertidur pulas. Mungkin inilah saat yang tepat batinku. Aku sudah tidak perduli harga diriku sebagai seorang majikan. Aku benar-benar gila dibuat oleh pembantuku itu..gila karena telah jatuh hati padanya. Aku benar-benar sudah tidak tahan menahan perasaan ini lebih lama lagi. Aku benar-benar tersiksa. Perlahan setengah berbisik kupanggil dia : ” Tati…! ” Tati menoleh ” Iya Pak …Ada apa Pak ” sahutnya pelan. ” Duduk disini sebentar ” kataku sambil menepuk pinggir ranjang agar dia duduk di pinggir ranjang disebelahku. Tati kelihatan agak ragu-ragu tetapi saya mencoba mengulangi lagi perkataanku dan akhirnya diapun duduk di pinggir ranjang dengan sedikit bingung. Saat itu dadaku berdetak kencang sekali. perasaanku saat itu bercampur aduk antara rasa takut dan malu. Tapi akhirnya kuberanikan diri ” Tati…kamu kerja disini sudah cukup lama ya…betah ngak? ” tanyaku berbasa basi dengan suara bergetar ” betah Pak ” jawabnya singkat seperti biasa. ” Kamu sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. Aku dan Ibu sayang sekali sama kamu ” sahutku lagi ” Iya Pak Tati tahu Pak…terima kasih Pak  atas kebaikan bapak dan Ibu kepada aku selama ini” saat itu dadaku semakin berdegub kencang dan kutarik nafasku untuk menenangkan diri ” sejak kamu di sini rumah ini makin ceria lho..dan makin berwarna.”  kataku sambil tertawa kecil, kulihat Tati hanya tersenyum  ” ngak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa kami begitu beruntung mendapatkan pengasuh anak sebaik kamu” tambahku. Aku sengaja tidak menyebutnya dengan sebutan pembantu, tetapi memakai istilah pengasuh anak agar kedengaran  lebih halus.”Ah..Bapak terlalu memuji Tati” jawabnya ” oh ya, Lebaran tahun ini kamu pulang kampung ngak ? ”  tanyaku lagi “Ngak tahu juga sih pak…herannya Tati kok  ngak merasa kangen sama kampung lho Pak” Tati menukas ” Emangnya kamu ngak kangen sama Ibu kamu ? ” Aku tahu dia adalah seorang yatim dan tinggal ibunya sebagai satu – satunya orang tuanya dikampung. “Kangen ngak kangen lah Pak” jawabnya sambil tertawa. Aku memandanginya…ketika tertawa, begitu manis kelihatannya. “Tapi kamu balik lagi khan?, jangan sampai ngak balik ya Ti..” tanyaku dengan raut wajah cemas. ” Iya pak, Tati pasti balik kok…Tati sudah sangat betah kerja disini. Kalau pulang kampung mau ngapain…paling disuruh Ibuku supaya cepat kawin, aku ndak mau Pak” . Ah…ini kesempatanku batinku…”Kenapa ngak mau? … oke Bapak mau nanya, kamu jawab dengan jujur ya…kamu sudah punya pacar belum dikampung? ” cepat-cepat Tati menjawab “Belum pak..belum..belum pernah pacaran” sambungnya lagi ” Dulu aku sempat dijodohkan dengan tetangga sebelah tapi aku ngak mau…aku masih kecil belum ingin kawin cepat – cepat” jawabnya ” Memangnya kalau kamu pilih cowok yang seperti apa? boleh ngak bapak tahu?” tanyaku. Kulihat pembantuku itu tertunduk malu dan wajahnya sedikit memerah. “Ah…yang penting baik saja dan sayang sama aku dan keluarga..” jawabnya . Dadaku semakin berdebar kencang . suaraku makin bergetar ” Ka.. kalau yang  se.. seperti Bapak ? ” tanyaku sambil mengodanya..”Ah ..bapak ini ada-ada aja”  lalu Tati terdiam..lama kami hanya membisu, aku makin gugup “Tati..a..a..ada yang mau bapak katakan” …aku terdiam sejenak, begitu juga Tati “Bapak ngak tahu ini pantas atau tidak, tetapi kalau tidak bapak sampaikan, bapak merasa tersiksa…kamu jangan marah setelah mendengar ini… bapak mohon ya” Aku makin gugup dan gelisah. Kulihat  Tati memandangku dengan raut wajah kebingungan..belum sempat dia bicara aku langsung berkata lagi ” Tati…Bap bapak  jatuh ci…cinta sama k..k..ka..mu Tati..maafkan ba..ba..pak ya” Aku menjadi semakin gugup, apalagi kulihat Tati terkejut dengan ucapanku barusan. Kutarik nafasku dalam-dalam untuk menenangkan diri ” belakangan ini perasaan cinta bapak kepada kamu semakin besar, bapak ngak tahu kapan perasaan ini datang. ” Aku sudah mulai bisa menguasai diri dan bersikap lebih tenang. ” Ah..Bapak hanya bercanda saja kan” sahutnya gelisah. ” Tidak,  Tati…demi Tuhan Tati, Aku benar – benar jatuh cinta sama kamu. Kalau perasaan ini ngak bapak katakan sekarang kepada kamu, bapak semakin tersiksa dari hari ke hari ” kulihat Tati pembantuku terdiam. Kuberanikan diri meraih jemari tangannya. Dia  berusaha menarik secara halus tetapi aku semakin menggenggam lebih erat ” Tati…aku sudah ngak perduli lagi bahwa aku adalah majikanmu, aku tersiksa sekali memendam perasaan ini ” .. ” Tapi Bapak kan sudah punya Ibu ..Bapak sudah punya istri ” ..jawabnya lirih ” Bapak memang sadar itu, tetapi perasaan ini datang begitu saja tanpa  bapak ingini..kamu tahu sewaktu pertama Bapak ketemu kamu di yayasan sedikitpun tidak ada rasa suka Bapak kepadamu saat itu ” Tati memandangku , aku makin berani ” Setelah mengenalmu, melihat kamu adalah anak yang baik dan sopan tanpa bapak sadari, bapak  jatuh hati kepadamu Tati…maafkan Bapak ya ” . . . ” Tati, Bapak harap kamu bisa merahasiakan perasaan Bapak ini.jangan cerita ke ibu (istriku) ya..kamu mau kan ? anggap ini adalah rahasia kita berdua…bahkan kamu juga jangan cerita kepada Ibumu di kampung ya ” tanyaku dengan cemas…” Aku Takut sama Ibu, Pak !” jawabnya. ” Kalau ada Ibu kita harus bisa menjaga sikap dan  kamu jangan bersikap kaku sama bapak..nanti ibu bisa curiga. Bapak benar-benar sayang sama kamu dan Bapak akan menjagamu dengan baik” lalu kucoba memeluk dirinya , kulihat dia masih ragu-ragu tetapi setelah kuyakinkan bahwa aku benar-benar sayang sama dia dan akan menjaga dia dengan baik akhirnya diapun pasrah dalam pelukanku. Kami berpelukan cukup lama dan Tati mulai bisa melepaskan ketegangan dirinya dan dia mulai  bercerita mengenai keluarganya di kampung halaman. Saat itu hatiku sangat bahagia. Aku benar-benar merasa bahagia karena Tati tidak marah dan tidak menjadi takut kepadaku dan terlebih lagi bahwa cintaku terhadapnya tidak bertepuk sebelah tangan. Aku benar-benar sudah tidak peduli dengan statusnya. Sejak saat itu kami menjalani pacaran secara diam- diam dan hanya sebatas pegangan tangan serta pelukan. Semua itu kami lakukan ketika aku dan Tati berapa di dapur sedangkan istriku sedang mandi atau ketika aku pulang kantor lebih awal sedangkan istriku harus kerja lembur sampai jam 7 malam.

Jika awalnya aku dan Tati pembantuku hanya menjalani pacaran secara diam-diam dan hanya sebatas berpegangan tangan , & berpelukan saja. tapi namanya juga mabuk asmara  suatu hari muncul keinginanku untuk menciumnya. Saat itu istriku sedang mandi dan anakku sedang tidur dikamar ditemani Tati Pembantuku. Aku tahu kalau istriku mandi sambil berendam di bath tub biasanya agak lama mandinya. tadi sebelum mandi aku sempat melihat istriku mengisi baht tubnya dengan air kran. Itu tandanya istriku akan mandi kurang lebih setengah jam lamanya. Diam-diam aku masuk ke kamarku dimana anakku tidur di temani oleh pembantuku. Kulihat pembantuku duduk di lantai sambil membelakangi pintu kamar. Dari belakang aku menghampirinya dan langsung kupeluk tubuhnya. Dia sedikit kaget dan mengingatkan ” Pak..jangan, nanti Ibu datang ” katanya pelan. ” Ngak apa – apa sayang, Ibu kalau mandi pakai bath tub biasanya kan lama…kamu kan tahu ! ”  akhirnya Tati tidak menolak pelukanku lagi. Perlahan-lahan dan dengan lembut ke pegang ke dua bahunya dan kutarik memutar kearahku sehingga kini duduknya berhadapan denganku. Kupandang Pembantuku itu dengan perasaan sayang , kuelus dengan lembut kedua pipinya dengan kedua telapak tanganku…dia hanya tersenyum, manis sekali. perlahan kuraih dagunya dan wajahku perlahan mendekat ingin mengecup bibirnya…tetapi Tati keburu menggeleng kepala..”Jangan Pak ” Aku terdiam sesaat ” Tati..kumohon izikan Bapak sekali ini saja menciummu…hanya sekali ini saja Bapak Mohon…” pintaku dengan pandangan mata memohon kepadanya. Tati meragu sejenak dan diam. Kesempatan itu kugunakan untuk meneruskan aksiku. Perlahan kukecup bibirnya..dia hanya diam saja…kulumat bibirnya dari bibir atas dan bibir bawah semua kulumat dengan lembut dan penuh rasa sayang. Kusadari kalau Tati benar-benar tidak berpengalaman dalam hal berciuman. sebelum aku keluar kamar, tak lupa kukecup dengan mesra jidat pembantuku itu dan aku segera bergegas keluar kamar sebelum istriku selesai mandi.

Mungkin ciuman dikamar itu merupakan awal dari hubungan kami yang semakin dalam dan intim..sejak ciuman pertama aku dan Tati terjadi, ciuman kedua, ketiga dan seterusnya selalu kami lakukan kapanpun ada kesempatan yang baik. Aku seakan melupakan bahwa sewaktu aku meminta ciuman pertama, aku hanya memohon ciuman untuk satu kali saja. Ternyata izin mencium yang pertama kali itu merupakan langkah awal untuk aku dan Tati melangkah ke ciuman kedua, ketiga dan seterusnya. kami terus berciuman secara diam – diam bila ada kesempatan dan aku semakin merasakan bahwa aku semakin mencintai pembantuku itu disamping aku juga sangat mencintai istriku dan tak ingin kehilangan satu diantara mereka berdua.

Pagi itu adalah hari senin, kebetulan hari itu aku mendapat tugas keluar kota ( semarang) dari kantorku dan menggunakan pesawat LionAir dengan jam penerbangan 11.15 ….Berhubung bandara sangat dekat dengan rumahku maka aku tidak terlalu terburu-buru menuju bandara. Ketika aku bangun sekitar jam 6.45 kulihat istriku sudah berangkat kekantor dan anakku masih tidur. Aku menghampiri pembantuku Tati sambil menyapa ” Pagi..sayang, udah sarapan ? “…”Sudah Pak” jawabnya sambil tersenyum. kupeluk pinggangnya dan kucium pipinya dengan penuh perasaan…entah mengapa tiba – tiba saat itu muncul hasrat aneh dalam diriku, aku ingin bercinta., gila ! seandainya aku bisa bercinta dengan Tati pembantuku…ah ! buru-buru  kutepiskan pikiran itu.

Aku segera mandi agar pikiran dapat segar dan badan juga segar. Selesai mandi aku melilit pinggangku dengan handuk dan aku masuk kekamarku untuk mengambil celana dalamku di lemari pakaian. Ternyata dilemari pakaianku tidak kutemukan celana dalamku. Aku bertanya kepada Tati…”Ti…celana dalam Bapak kok ngak ada?”…Tati berdiri dan mencoba mencari lagi didalam lemari pakaianku tetapi hasilnya sama. ” oh..mungkin masih di kerajang …semalam selesai ku seterika aku lupa menaruhnya di lemari bapak…bentar ya pak aku ambilin dikamarku dulu ya? ” aku hanya menggangguk. Ngak biasanya sampai celana dalamku dicuci semua sehingga tidak ada stok satupun dilemari…oh iya…aku lupa, karena mau pergi kesemarang maka semalam aku masukin semua celana dalamku yang ada di lemari pakaian kedalam koperku…pantesan…dasar aku pelupa. kayak udah tua dan pikun aja.

Akhirnya aku menyusul Tati ke kamarnya untuk mengambil celana dalamku. Begitu aku sampai didepan pintu kamar Tati aku langsung membuka pintunya. Kulihat Tati sedang mencari  cd-ku diantara tumpukan baju dan celana yang sudah diseterika. Kupeluk dia  “Gimana.udah ketemu ?” tanyaku….”Ini pak ada satu” kuambil cd-ku dari tangannya dan kutaruh kembali cd tersebut di samping keranjang. Suasana rumah yang sepi ditambah kamar pembantuku yang hangat membuat sisi romantisku muncul dan ingin memeluk, mencium dan mencumbu dirinya. Kami berdiri sambil berciuman dan sesekali aku menyuruh Tati menjulurkan lidahnya dan dengan lembut kukulum lidahnya. Tak terasa perasaanku yang bercampur dengan suasana rumah yang sepi tersebut membuat penisku berdiri dengan tegang dibalik handukku yang tanpa celana dalam. Perlahan aku menuntun Tati ke tempat tidurnya…”Jangan Pak” desahnya dengan nada sedikit keraguan…” Ngak apa-apa sayang, kita hanya berciuman sambil tiduran…posisi bertiduran lebih enak sayang”..akhirnya dia pasrah setelah setengah kupaksa. Kami berciuman sangat lama dan nafsuku semakin memuncak dan penisku sudah sangat tegang ..tanganku yang semula mengelus rambut dan pipi Tati berpindah ke bagian dada dan mencoba meremas dada Tati. Dengan cepat tangan Tati menahan dan menarik kembali tanganku ke samping. Aku sedikit kecewa dan nafasku semakin memburu  sehingga aku semakin berani. Aku lalu menciumi leher pembantuku sambil kujilati dengan lidahku dan kudengar suara desahan dari pembantuku yang membuat aku semakin agresif dan ciumanku semakin turun sampai di dadanya dan kembali tanganku mencoba untuk menyingkap baju yang dikenakan Tati ” mmhh..ja..ja ngan Pak” Aku tak perduli karena nafsu dan cintaku bercampur menjadi satu..kupaksakan tanganku untuk menyingkap bajunya dan Tati meronta terus dan terus. Aku mendengar suara rintihan yang terisak…ternyata dia meneteskan air mata tanpa berkata apa-apa. Tati pembantuku menangis. aku sudah ngak perduli dan tetap berusaha menyingkap baju dan kutangnya sementara Tati terus berusaha meronta dan menahan bajunya agar gagal saya singkap tapi apa daya tenaga seorang gadis yang berusia 20 tahun yang sangat kucintai itu..setelah meronta-ronta dan ngak sengaja kepalanya kebentur sedikit di ujung ranjang. Tati akhirnya hanya bisa  pasrah dan menangis…Aku dengan leluasa menyingkap bajunya dan kemudian mengangkat kutang bagian depannya tanpa melepas tali kutang di belakang punggungnya dan dengan rakus kulumat dan kusedot serta kujilati puting susunya yang masih sangat kecil. sambil ku emut susunya kulirik Tati, pandangan matanya hanya menerawang ke langit-langit kamar dengan tatapan hampa berlinang air mata…aku jadi kasihan kepadanya. perlahan kuhentikan aksi agresifku lalu kududukan dia di ranjang dan  kupeluk dia sambil kuelus rambutnya, kucium matanya…terasa asin karena air matanya masih berlinang. ” Ti…Tati….kenapa kamu diam saja ” sahutku…dan Tati tetap diam sampai akhirnya dia berkata ” Bapak Jahat ” katanya lirih…aku tersekat..aku merasa menyesal memperlakukannya seperti itu…Lalu kupeluk tubuh dia lagi erat-erat  sambil kubelai rambutnya tanpa berkata berkata sepatah katapun. Hening… Aku benar- benar menyesal..maafkan Aku sayang.

Seminggu kemudian aku pulang dari semarang…aku rindu sekali kepada anakku dan anehnya aku juga rindu sekali kepada pembantuku Tati…sementara terhadap istriku,rasa rinduku tidak begitu menggebu. mungkin selama aku di semarang aku dan istriku setiap hari selalu melakukan kontak via telepon dan kadang – kadang dengan video call (3G) sehingga rasa rindu telah terobati sebelumnya. Setelah puas bermain dengan anakku dan makan indomie goreng buatan pembantuku, akupun langsung kekamar dan tidur…hari itu aku begitu capek.

Keesokan harinya karena masih capek aku berencana tidak kekantor…paginya ketika aku bangun aku melihat istriku sudah berpakaian rapi. “Ayo..Pa bangun ntar telat kekantor lho” kata istriku “Ma..kayaknya Papa hari ini ngak ngantor, masih capek…papa istirahat dirumah saja hari ini ya…ntar siang nanti papa telepon kekantor minta izin cuti sehari deh..” kataku beralasan. ngak masalah mangkir sehari batinku ” Ya udah ..kalau begitu Mama berangkat kekantor sendiri aja ya, papa istirahat biar segar ya” . Setelah istriku pergi, aku kembali melanjutan tidurku.

Tepat Jam 12.30 aku bangun, matahari sedang teriknya diluar sana. aku keluar kamar ingin mencari anakku tetapi yang kudapati adalah Tati pembantuku sedang mencuci piring didapur. ” Ti…si Alex mana?” tanyaku ” Bapak sudah bangun ya…adek tadi dibawa ibu kerumah nyonya, katanya bapak capek perlu istirahat dan takut nanti adek gangguin tidur bapak, jadi adek dibawa ibu kerumah nyonya..katanya nanti sepulang dari kerja baru dijemput” sahut Pembantuku. Ternyata anakku dibawa oleh istriku kerumah orang tuanya yang tinggal tidak jauh dari kantor isteriku. Wah..jadi dirumah hanya ada aku dan Tati saja…cihuuiiii .memikirkan hal itu, tiba-tiba dadaku berdebar kencang dan nafsu mulai merasuki pikiranku…apalagi selama 1 minggu tugas di semarang aku tidak pernah melakukan hubungan intim…hari ini aku harus bisa mendapatkan cinta kasih dari Tati pembantuku seutuhnya, baik jiwa maupun raganya..aku harus bisa menyetubuhinya. begitu batinku.

Aku lalu bersiap mandi, selesai mandi aku langsung menuju ke dapur dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang dan aku sengaja juga tidak pakai celana dalam. makanan telah disiapkan oleh pembantuku.Hari ini Tati masak Ayam goreng kesukaanku. selesai makan aku segera menuju kekamar Tati…ternyata Tati sedang menonton televisi di kamarnya. Aku lalu masuk dan duduk di samping ranjangnya. Tati yang semula berbaring segera ingin bangkit duduk. Aku langsung menahan supaya dia tidak duduk dan tetap tiduran. ” Kamu tiduran aja sayang…kita nonton tv barengan ya” sahutku sambil juga merebahkan diriku disamping pembantuku. dadaku berdebar aneh, telapak tanganku terasa dingin. Sejak tadi sewaktu menuju kekamar Tati sebenarnya penisku sudah mulai menegang, sekarang setelah aku berbaring di samping pembantuku, penisku semakin keras sehingga terlihat sangat menonjol. Saat itu aku sudah melupakan rasa malu…yang ada dipikiranku adalah bagaimana caranya supaya aku bisa melakukan persetubuhan dengan Tati pembantuku itu.

Aku sudah tidak fokus ke acara TV. Meskipun mataku tertuju ke acara TV tetapi pikiranku tidak. Sesekali kutuntun tangan pembantuku dan kutaruh diatas dada telanjangku. Tati hanya dia saja. Ketika aku mulai mencoba menciumnya dia juga hanya diam saja. Hal itu membuat aku semakin berani. Perlahan-lahan tanganku mulai menuju ke arah payudaranya, aku mulai meremas perlahan…tidak ada reaksi dari Tati. Aku semakin berani, tanganku mulai kuselipin masuk melalui bawah bajunya sampai akhirnya tanganku berhasil menyentuh BH Tati. aku mulai meremas payudara Tati dan kudengar suara desahan keluar dari mulut Tati. setelah hampir 3 menit aku meremas kedua payudara pembantuku secara bergantian akhirnya aku bangkit duduk dan aku juga menuntun agar Tati juga ikut duduk disampingku. Tanpa berkata apa – apa sambil kupandangi wajahnya aku mencoba membuka baju t-shirt yang dipakai oleh Tati…ternyata Tati tidak menolak dan bahkan dia menaikkan kedua tangannya sehingga aku leluasa melepaskan t-shirtnya. Kupandangi tubuhnya dengan dada berdebar-debar kencang…perlahan tanganku menuju ke punggungnya..kuraih kaitan BH dibelakang punggungnya dan dengan mudah kutanggali kaitan BHnya tanpa ada protes sama sekali dari Tati. kini didepan mataku…pembantuku telah setengah telanjang…aku benar – benar tidak percaya. Kenapa Tati berubah menjadi begitu “Jinak”. Apa mungkin dia mulai merasakan betapa nikmat rasanya sewaktu puting susunya ku jilat dan ku sedot dengan rakusnya waktu itu dan dia menginginkan sensasi itu terulang kembali hari ini dimana saat ini hanya ada kami berdua saja dirumah  ini? Aku juga tidak tahu dan juga ngak perduli. Yang pasti aku senang sekali. Aku pandangi kedua buah dada pembantuku…dadaku semakin kencang berdegub…nafsuku semakin memburu dan tanpa sadar penisku telah keluar dari balik lipatan handukku. Aku melihat Tati menjadi jengah dan segera membuang muka kesamping..kesempatan ini tidak ku sia-siakan, segera kurebahkan pembantuku, kutindih tubuhnya dengan tubuhku, dan bibirku segera kutempelkan kebibirnya lalu turun ke buah dada pembantuku secara bergantian…dengan penuh nafsu kujilati puting susu pembantuku…kulihat Tati memejamkan kedua matanya seolah-olah dia juga merasakan kenikmatan. desahannya semakin menambah gairahku….rintihan halus Tati semakin memacu semangatku dan hasratku . Lama aku mencumbui kedua payudara pembantuku…kadang aku naik dan menjilati lehernya..kadang aku melumat bibirnya, kadang aku menyuruh Tati menjulurkan lidahnya sehingga aku dapat dengan puas menyedot lidahnya. Ketika ciumanku mendarat di pusar Tati, aku semakin birahi…perlahan kedua tanganku memegang celana training yang dipakai Tati bermaksud menelanjanginya…namun dengan cepat Tati segera menahan dan menarik kembali celananya…tapi aku terus berusaha memaksa menarik celana panjangnya Tati…”Pak..ahh..pak..jangan pak..” mendengar permintaan itu cepat kurubah taktikku. perlahan lahan kembali ciumanku kunaikan ke payudara Tati pembantuku…kali ini kedua buah dada dan puting susu pembantuku kujilati lagi sambil kugigit pelan…terdengar dia mengerang. Memang itu yang kuharapkan. Aku sengaja ingin membuat dia terangsang hebat sehingga nantinya akan membuat dia lengah dan aku bisa leluasa melorotin celananya. Lama kukulum putingnya…sambil mengulum payudara pembantuku, kulirik dia…ternyata dia terangsang hebat sekali, mulutnya setengah terbuka…indah sekali. kedua matanya terpejam menahan nikmat. Diam-diam ku buka handuk yang melilit di pinggangku sehingga aku sekarang telah telanjang bulat. Pembantuku tidak tahu bahwa aku telah telanjang, dia masih memejamkan matanya. Perlahan-lahan sambil tetap menjilati puting susu pembantuku, kuputar tubuhku. kuturunan ciumanku ke pusar pembantuku dan secara tiba-tiba kukangkangi pembantuku. Kemaluanku menempel persis dimuka pembantuku. Kurasakan nikmatnya kemaluan dan biji kemaluanku tersentuh dengan bibir pembantuku..”eem..eeeeemm..” pembantuku gelagapan. Kesempatan ini tidak kusia – siakan. Segera tanganku beraksi membuka celananya, kurasakan Tati berusaha menggerakan tanganya, tetapi karena tubuhku berada diatas tubuhnya sehingga dia kesulitan menggapai dan mempertahankan celananya . Aku menggosok-gosokkan kemaluanku kemuka dan ke bibir pembantuku sementara tanganku berusaha memelorotin celana panjangnya. Tati mengangkat dan melipatkan kedua kakinya bermaksud menahan  agar celananya tidak bisa kulepas tetapi justru gerakannya tersebut membuat aku semakin mudah melepaskan celana panjangnya berikut celana dalamnya yang berwarna kuning. Kini pembantuku telah telanjang bulat, nafsuku semakin tidak bisa kukendalikan begitu melihat pemandangan yang begitu menggairahkan didepan mataku. Tati berusaha mengepitkan kedua pahanya kuat-kuat. Melihat hal itu aku berusaha membuka kedua kakinya agar mengangkang. Semakin ku paksa agar kedua pahanya terbuka Tati semakin berusaha sekuat tenaga mengepit kedua pahanya sambil merintih lirih dan lemah . “Paaak…jangan..” Aku tidak perduli, dengan sekuat tenaga kugunakan kedua tanganku dibantu kedua lenganku untuk membuka paksa kedua paha pembantuku. sedikit demi sedikit ku rasakan kepitan di kedua paha pembantuku semakin melemah…hal ini tidak kusia-siakan, kubenamkan kepalaku diantara kedua pahanya dengan posisi tubuhku masih diatas tubuh pembantuku. Aku menguak lebar-lebar paha pembantuku…kutemukan lubang kemaluan pembantuku yang begitu mungil dan yang dihiasi bulu-bulu hitam pendek kurang dari 1 cm dan masih jarang-jarang. Nafasku makin terengah-rengah. Nafsuku sudah naik ke ubun kepalaku. Kudekati bibirku di lubang kemaluan pembantuku, hidungku mencium bau yang wangi dari vagina pembantuku. aku benar – benar mabuk dan tanpa merasa jijik dan malu kuciumi vagina pembantuku. kujilati terus kemaluan pembantuku sambil kumainkan lidahku dan kusedot-sedot cairan yang keluar dari lubang kemaluan pembantuku…terasa sedikit asin tapi nikmat luar biasa . tidak terdengar suara erangan dari pembantuku lagi..mungkin dia shock . terkejut menghadapi pengalaman pertama seumur hidupnya ini. cairan yang keluar dari lubang vagina pembantuku makin banyak, vaginanya semakin basah…dan ini membuat aku semakin bernafsu dan terus menjilati seluruh cairan tersebut…terasa sedikit rasa sepet – sepet asin di kerongkonganku…nikmat sekali. Perlahan aku memutar kembali tubuhku…kini mukaku telah berhadapan dengan muka pembantuku….dia membuka matanya perlahan memandangiku..pandangannya sayu. kukecup keningnya lembut…aku menjadi semakin melankolis…melihat wajah lembut pembantuku, hatiku semakin sayang bercampur nafsu kepada dia…apalagi tubuh kami berdua bersentuhan tanpa dihalangi sehelai benangpun..perasaan ini semakin membangkitkan rasa cintaku pada pembantuku itu. Perlahan kulumat bibirnya …lama sekali. Dengan kedua pahaku, ku tahan kedua paha Tati supaya tetap mengangkang dan disaat kami berciuman itu dengan perlahan kutuntun penisku menuju ke lubang kemaluan pembantuku, ku gosok – gosokkan ujung kemaluanku di bibir vagina pembantuku…kudengar suara desahan tertahan dari mulut pembantuku yang masih berada dibibirku itu…semakin kugosok…vagina Tati semakin basah….Tanpa berpikir panjang lagi kudorong pantatku perlahan sehingga ujung kepala penisku masuk sedikit kedalam vagina pembantuku Tati…Tati tersentak dan ciuman kamipun terlepas…dia merintih dan meringgis seperti menahan sakit… Aku ngak peduli…penisku semakin kudorong masuk ke vagina Tati…” S s sa kit pak…!” Rintihnya..”Ta han ya s sayang…nga  sa kit kok ” aku berusaha menenangkan dirinya sambil berusaha memasukkan lebih dalam batang penisku kedalam vagina pembantuku tetapi begitu sulit karena lubang vaginanya kecil dan agak sempit…semakin kudorong penisku, kurasakan penisku semakin perih..aku juga melihat muka pembantuku semakin meringis seperti  menahan rasa sakit dan kedua tangannya kadang mendorong kedua bahuku takkala aku mendorong penisku terlalu kuat …Setelah mencoba beberapa kali akhirnya bless…..penisku masuk terbenam semuanya kedalam lubang vagina pembantuku di iringi desahan panjang pembantuku…kugoyang – goyangkan pantatku turun naik …”aah..ah..aaah…” Tati merintih. Kulihat ada air mata di sudut matanya…” Tati..oh ta  ti…bapak cinta sa..ma k..ka..mu” aku meracau sambil terus memompa penisku didalam vagina pembantuku.. Sungguh nikmat vagina pembantuku, begitu sempit dan menjepit dengan erat penisku….Setelah hampir 5 menit aku menyetubuhi pembantuku…kurasakan suatu sensasi kenikmatan yang luar biasa . aku merasa sudah ngak kuat lagi dan  pertahananku hampir jebol..aku terus memompa sedangkan kulihat Tati menutup kedua matanya sambil meringis dan jari tangannya mencengkeram erat di punggungku.”Ta..ti..oh…ba..pak..nga..taha..n la..gi…ma..ma..u ke..lu..aarr” rintihku penuh dengan kenikmatan dan akhirnya jebol pertahananku crot crot crot crot ” Ta tiiiiiii…..aahhhhhh.” diiringi rintihan panjangku memanggil diri pembantuku itu. Aku mengeluarkan sperma didalam vagina pembantuku, nikmat sekali rasanya….tubuhku mejadi lemas..lalu kujatuhkan  tubuhku ke tubuh pembantuku , kudekap erat-erat tubuh pembantuku, sementara penisku masih tertancap didalam vagina pembantuku. mungkin saat ini hanya aku yang orgasme, sedangkan pembantuku mungkin belum merasakan orgasme dikarenakan masih shock dan sakit . mungkin juga dia belum mengerti apa itu orgasme karena pengalaman ini adalah merupakan pengalaman yang pertama bagi dirinya. “Sayang…bapak cinta kamu ” Tati tidak menjawab, dia hanya memelukku erat-erat dan hal tersebut sudah merupakan jawaban bagiku…hatiku benar-benar bahagia. Jam telah menunjukkan pukul 16.30 . Sebentar lagi mungkin istriku akan pulang. Cepat-cepat aku memakai handukku kembali dan keluar dari kamar Tati . Hari ini keperawanan pembantuku telah diberikan kepada diriku…dan didalam hati aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan dirinya.

Sejak peristiwa persetubuhan yang aku lakukan dengan pembantuku tersebut, aku makin ketagihan. kadang kala aku sengaja lupa membawa file/dokumen kantor sehingga harus pulang kerumah mengambil file tersebut dan kesempatan itu aku gunakan untuk bercumbu dengan pembantuku…tentunya sebelum aku sampai dirumah aku menelepon Tati terlebih dahulu agar segera menidurkan alex anakku agar nanti kami bisa lebih leluasa bercinta. Biasanya kalau siang hari kami sebelum bersetubuh kami selalu mandi bersama terlebih dahulu. Aku dan Tati saling menggosokkan sabun ditubuh. Jika seluruh tubuh kami sudah tersabuni dan licin, dengan nakal kuremas kedua payudara pembantuku dan pembantuku menggenggam batang kemaluanku sambil dikocok perlahan. Kadang aku mencumbu dan melumat bibir pembantuku sambil kedua tanganku meremas pantatnya dan pembantuku mendekapku. Posisi yang paling kusuka adalah kami berdiri saling berhadapan di dalam kamar mandi dibawa pancuran shower air hangat, lalu dengan lembut sambil berdiri dan setengah membungkuk Tati menjilati dan mempermainkan puting susuku dengan lidahnya sambil tangan kanannya mengelus biji pelerku, sesekali dengan lembut mengocok batang kemaluanku yang sudah sangat ngaceng….sungguh nikmat rasanya. Kami juga pernah berendam bersama didalam bathtub, dan bersetubuh di dalam bathtub…tapi terus terang ngak nyaman bersetubuh di dalam bathtub yang sempit itu.

Ohya…untung saat pertama kali aku menyetubuhi pembantuku tidak terjadi hal yang tidak kuingini. terus terang aku sempat khawatir kalau sampai pembantuku bakal hamil…bukannya aku takut bertanggung jawab..bukan ! aku siap kok bertanggung jawab, cuman tidak ingin secepat itu mengungsikan pembantuku ke tempat lain. Dua hari setelah aku menyetubuhi pembantuku itu, aku melihat dia menjadi kurang fit dan jatuh sakit. Aku sempat kuatir dan berfikir yang tidak-tidak. ternyata setelah makan obat yang dijual bebas pembantuku menjadi lebih baik. Apalagi diam-diam pembantuku memberitahukan kepadaku bahwa dia sedang datang bulan 3 hari setelah persetubuhan kami. itu artinya ketika kami bersetubuh dan spermaku masuk ke rahimnya masih aman karena  pembantuku tidak dalam masa subur.

Sekarang ini setiap kali aku bersetubuh dengan pebantuku, aku selalu menggunakan kondom, selesai pakai kondomnya kubawa keluar jauh dari rumah dan kubuang ke semak – semak.

Ada 1 pengalaman cintaku bersama pembantuku yang benar – benar tidak dapat kulupakan seumur hidupku, benar-benar indah, dan mengharukan…sampai mataku berkaca-kaca saat itu.

Ketika itu istriku mendapat tugas perjalanan dinas ke surabaya untuk melakukan audit di anak perusahaan tempatnya bekerja selama 2 hari. Hal itu berarti meninggalkan kami tinggal bertiga saja di rumah selama 2 hari : Aku, Anakku dan Pembantuku.

Sore hari itu aku begitu bersemangat dan ingin secepatnya pulang kerumah…tidak tahu kenapa hari itu aku begitu antusias dan senang. mungkin karena istriku sedang berada di luar kota. sehingga aku bisa bebas menumpahkan kasih sayangku bersama Tati pembantuku…membayangkan hal itu, dadaku semakin berdebar senang. Tak lupa aku mampir ke apotik untuk membeli kondom. Sengaja kupilih kondom tipe Dotted (yang ada bintik-bintik ) merk sutra fiesta, biar lebih terasa saat menyetubuhi Tati nanti malam.

Tepat jam 18.20 aku tiba dirumah, Tati membukakan pintu pagar bersama dengan alex anakku dalam gendongannya. Tati tersenyum, manis sekali dalam pandangan mataku, sedangkan anakku tertawa senang sambil menunjuk diriku :” Papa..papa…” . Setelah parkir kendaraan, aku langsung mengambil Alex dari gendongan pembantuku sambil berpesan ” Ti…tolong siapin air di bathtub ya….hari ini Bapak ingin rendaman” ” Tumben Bapak mandi pakai bathub” Tati berkata sambil tertawa ” Idih..kamu ini…hayo cepat sana ” kataku pura-pura marah sambil tersenyum ” Iya Pak”.

Sambil menunggu air diisi di bathtub aku bermain bersama anakku di kamar, tidak lama kemudian Tati masuk kekamar dan gantian menjaga anakku sementara aku menuju ke kamar mandi buat menyegarkan diri. Didalam kamar mandi fantasi sex ku mengembara, aku membayangkan nanti malam tentang pergumulanku dengan pembantuku, teknik percintaan apa yang akan kupakai, gaya bersetubuh apa yang asyik sampai blue film apa yang akan kuputar saat kami melakukan hubungan badan bersama. Rencananya malam ini aku akan mengajak Tati melakukan hubungan intim di kamarku saat anakku sudah tertidur pulas….aku ingin malam ini Tati pembantuku menjadi istri semalamku. Akan kuperlakkan dirinya dengan baik dan lembut layaknya seperti istri sahku.

Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 dan alex anakku sudah tertidur diranjang kecilnya disamping ranjang besar Papa Mamanya. Sedangkan Tati pembantuku sudah kembali ke kamarnya. Aku bangkit berdiri menuju rak TV dan mulai mencari dan mengacak-acak koleksi video pornoku. Akhirnya pilihanku jatuh pada film Tarsan X. Aku mulai memasukkan film itu ke dalam playernya. setelah itu kutekan tombol off . kubiarkan DVDnya berada didalam player tanpa kunyalakan. Tak lupa juga aku menyiapkan 2 buah kondom yang tadi kubeli di apotik dan kutaruh dibalik bantal agar gampang kuraih ketika nanti ingin dipakai. Perlahan aku keluar kamar menuju ke kamar pembantuku. Sesampai di kamar Tati, kulihat pembantuku itu sedang menonton acara Film barat di Trans TV. Lalu aku duduk di pinggir ranjangnya. ” Sayang, malam ini kamu tidur di kamar Bapak saja ya ” tanyaku lembut sambil mengelus rambutnya. Tati hanya mengangguk. Kuraih remote control yang tergeletak didekat tempat tidurnya lalu kumatikan TV. setelah itu kugandeng tangan Tati keluar kamar sambil tak lupa mematikan lampu di kamarnya. Kami berjalan perlahan menuju kamarku tanpa mengucapkan sepatah katapun. Hanya tanganku dan tangan Tati yang saling melingkar di pinggang satu sama lainnya mengisyaratkan perasaan bahagia kami berdua.

Aku mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur 3 watt. Keremangan dikamar  menambah nuansa romantis dan semakin membangkitkan gelora hatiku, mungkin Tati juga merasakan hal yang sama. Kami berdiri dan berciuman cukup lama di depan televisi kamarku yang telah kunyalakan. Untuk sementara film blue di layar LCD ukuran 40″ dikamarku tidak kami acuhkan. Kami saling berciuman, saling mencurahkan perasaan. Bibirku dan bibir Tati saling melumat bergantian. ” Tati…” ….”hmmm” …”Buka bajumu ya sayang ? ” Tati hanya mengangguk. Aku segera menurunkan resluiting belakang baju tidur Tati, setelah itu melepaskan tali baju di kedua pundak Tati. Baju tidur Tati langsung jatuh kelantai. Sejenak aku memandang tubuhnya yang hanya terbalut oleh BH warna hitam dan celana dalam warna hitam juga. Dadaku semakin berdebar. Kepalaku kurasakan berdenyut. Sudah tidak sabar ingin ku peluk dan ku cumbu pembantuku  dalam keadaan telanjang bersama. Segera kulepaskan kaos oblongku dan kuturunkan celana pendekku. Kini Aku dan Tati berdiri saling berhadapan setengah telanjang. Kami kembali saling berciuman. Tati meramkan matanya ketika bibir kami saling berpagutan dan kadang lidah kami saling beradu. Kulirik TV disebelah, adegannya lebih hot dimana sepasang bule sedang bersetubuh di tengah hutan dibawah sebuah pohon. Tidak terdengar suara dari TV karena sengaja kututup suara TVnya. ” ehm..ehm..” Tati bersuara, segera kulepaskan pagutan dibibirnya ” Ada apa sayang ? ” tanyaku ” Pak…Tati…Tati…” ada keraguan didalam suaranya ” Kenapa kamu sayang, katakanlah…” aku mencoba meyakinkannya ” Ta..Tati merasa telah jatuh cinta sama bapak ” Tati tertunduk malu…kuraih kepalanya dan kudekap ke dadaku. Aku terharu…ternyata setelah hubungan gelap yang kami jalankan secara diam-diam dan ketulusan aku terhadap dia selama ini telah merubah perasaannya kepadaku. Biasanya setiap kali aku tanya apakah dia mencintaiku, Tati selalu menjawab tidak tahu dan bingung. Mungkin seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta itu mulai tumbuh di hati pembantuku itu. ” Makasih ya, sayang . Bapak janji tidak akan mempermainkan kamu “. Tati semakin mempererat pelukannya di tubuhku.

Kutuntun Tati ke atas ranjangku, ranjang dimana saya biasa memadu kasih bersama istriku. Malam ini aku ingin Tati juga menjadi istriku, meskipun seorang istri dalam hati dan sanubariku. Seorang Istri rahasia didalam hatiku.

Kubuka BH warna hitamnya dan ku lepas celana dalamnya. Setelah itu aku menanggalkan celana dalamku sendiri. Kini kami berdua telah bertelanjang bulat. Kami tidur-tiduran berdampingan. Pandangan mata kami tertuju ke TV…adegan panas di TV antara Tarsan dan Jane semakin membangkitkan nafsu birahiku. Kutuntun kepala Tati di atas lenganku dan kumiringkan badanku. Tati mengerti maksudku, dia segera menempelkan bibirnya di atas puting susuku yang sebelah kanan,  jari jempol tangan kanannya mengelus-elus puting susu kiriku sedangkan tangan kirinya menyelinap ke bawah menggenggam dan mengocok secara perlahan kemaluanku. Aku sangat menikmati dan menyukai gaya ini…fantasi sex-ku melayang kemana-mana menambah nikmat. ” ahhh…oooh…ohhh..Tati, enak…nikmat sekali …terus sayang..terus….jangan berhenti sayang….tekan lebih kuat lagi lidahmu ke puting susu bapak sayang…nikmat..ohh..ohhh” “em..emm” jawab Tati sambil terus menjilati puting susuku. Perlahan tangan kiriku bergerak menuju kemaluan Tati, ku elus-elus dengan pelan dan lembut bibir vagina Tati menggunakan jari tengah kiriku…perlahan ku dengar pembantuku mulai berdesis…tetapi bibirnya tetap menempel di susu ku dan lidahnya tetap menjilati putingku.  Aku semakin intens mengelus vagina Tati sambil kadang ku getarkan jari tengahku di bibir Vaginanya…kudengar Tati mulai mengerang…” Aaahh…ssstt…hhmmm ” pantat Tati mulai terangkat sedikit menahan birahi, kurasakan bibir vagina pembantuku mulai berair dan basah. Ciuman dan jilatan bibir Tati di puting susu aku sudah tidak kurasakan lagi. Artinya Tati sudah tidak tahan dan mulai terangsang. Perlahan tubuh bugilku mulai menindih tubuh bugil pembantuku. Aku mulai menciumi wajah sendu pembantuku, kucium keningnya lalu perlahan kukecup matanya yang sedang terpejam, ku cium hidungnya, bibir kami saling bertautan. ciumanku turun ke dagunya terus merambat ke leher pembantuku. ” aahh…ohhh” semakin mengerang pembantuku membuatku semakin bergairah…ciumanku mendarat di payudara Tati. Seperti tadi Tati menjilati payudaraku, sekarang gantian aku yang mencium, dan menjilati ke dua puting payudara Tati…Tati semakin mengerang “ooohh…Ba..pak..e..na.k, paaakk…ahhhhh…” kedua tangan Tati meremas-remas rambutku dan tubuhnya meliuk-liuk perlahan menahan kenikmatan yang kuberikan.

Setelah puas menjilati dan meremas payudara Tati, ciumanku berpindah ke perut dan pusar Tati. Tati menggelinjang geli bercampur nikmat…ketika ciumanku ku arahkan ke pangkal pahanya tiba -tiba Tati menggeliat dan mengangkat pantatnya cukup tinggi…mungkin terangsang cukup hebat.

Didepan wajahku kini telah terpampang mahkota indah milik pembantuku yang di tumbuhi bulu-bulu kecil yang jarang-jarang seakan-akan bulu tersebut baru tumbuh sehabis dicukur. Sudah sering aku mejilati vagina pembantuku ini, tetapi suasana malam ini berbeda dengan saat-saat dimana kami sering bersenggama. Malam ini kami lebih bisa menikmati percintaan ini dan tidak perlu diburu waktu. Tidak seperti biasanya dimana kami melakukannya dengan cepat dan agak terburu-buru karena takut sewaktu-waktu istriku akan pulang dari kantor. Malam ini adalah malam milik Aku dan Tati dan malam ini sampai besok pagi tidak ada yang akan menggangu kami.

Perlahan kuciumin bibir vagina pembantuku, aku menarik nafas dalam-dalam. merasakan wangi yang sangat kusukai yang keluar dari lendir vagina pembantuku Tati. Kudekatkan lagi wajahku ke vagina Tati sambil perlahan ke dua tanganku memegang kedua lutut Tati dan kubuka lebar-lebar pahanya. Aku mulai menjulurkan lidahku dan mulai menjilati kemaluan pembantuku. Kedua tangan Tati mendorong kepalaku seakan-akan menahan rasa nikmat yang didapat dari jilatan lidahku di vaginanya. Aku tidak perduli dan semakin dalam menjulurkan lidah didalam vagina Tati. Tati mengerang hebat..” aahhhh…Paaaaaakkkkk….! T..t..ta..ti ngak tahan l..l..la..gi…aaaaahhhhhhhh” Aku semakin ganas menjilati vagina pembantuku diselingi kadang dengan menyedot secara kuat lubang vaginanya…nga tahu sudah berapa banyak cairan vagina pembantuku yang telah terminum olehku…rasanya memang agak sedikit asin terasa di kerongkonganku tapi kurasakan nikmat luar biasa…5 menit telah berlalu, Tati semakin terangsang, hal ini dapat kurasakan dari tubuhnya yang menggeliat-geliat dan pantatnya yang sering diangkat-angkat menahan ransangan hebat. melihat itu aku semakin senang dan semakin bergairah…kugaruk-garukan gigi bagian atasku ke bibir vagina Tati dan kadang kugigit lembut klitoris Tati yang membuatnya semakin menggila ” Paaaaaakk..ngakkk….t..ta..han….la..gi……aaaaaahhhhhhhhhhhhhhh Tat..ti….keluaaaaaaaaaaaaaaarrr………oooooohhhhhhhhhh……aaaaaaaahhhhhhhhhh….ba…paaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk..!”

Akhirnya jebol juga pertahanan Tati, Aku tahu tetapi aku tetap menjilati kemaluan pembantuku itu dengan penuh nafsu sampai akhirnya kudengar sebuah suara lembut memanggilku ” Pak…Tati sudah keluar…jangan dijilati  lagi ya pak…geli…” Aku menghentikan jilatanku dan beringsut menaikan tubuhku keatas sehingga kini wajah kami saling berhadapan. Tubuh kami tetap saling  bersentuhan. “Kamu udah keluar ya sayang….” Tati mengangguk pelan, Aku tersenyum dan mencium keningnya. Tati juga tersenyum dan merangkul leherku, mendekatkannya ke wajahya dan menciumi pipiku perlahan dan penuh kemesraan.

Aku membaringkan tubuhku di samping tubuh telanjang pembantuku Tati, sambil memandang Tati dan tersenyum aku berucap : ” Tapi Bapak masih gantung nih….masih belum keluar….gimana dong sayang ” kataku pura-pura merajuk. Tati tersenyum ” Tati keluarin pakai tangan ya Pak? ” “Nga.. ah….Bapak maunya Tati isep….ya ?” Tati menggangguk sambil tersenyum dan segera bangkit. Dengan gerakan seperti orang merangkak, Tati membungkuk dan perlahan menggenggam batang kontolku…mulai memasukan kedalam mulutnya….Aku memejamkan mataku menikmati sensasi tersebut. Perlahan kedua tanganku memegang pantat Tati dan menuntunnya agar mengangkangi wajahku ( istilah populernya posisi 69 ). Kesempatan ini kupergunakan untuk memandangi pantatnya…kecil pantat itu. kuelus – elus kedua pantatnya. halus sekali. sementara kurasakan nikmatnya kontolku di isap dan di kulum lembut oleh Tati. Tak kuasa aku menahan akhirnya aku mulai menjilati lagi vagina Tati yang mulai mengering. Tati tidak protes, mungkin benar kata orang kalau wanita lebih cepat terangsang kembali setelah orgasme. Mungkin Tati juga mengalami hal yang sama. Kami saling menjilati dengan posisi Tati di atas tubuhku membentuk posisi angka 69, perlahan – lahan kurasakan Vagina Tati mulai basah lagi dan sayup-sayup terdengar Tati melengguh menahan nikmat. Isapan di kontolku mulai melemah dan akhirnya berhenti sama sekali. Tati sudah menengadahkan kepalanya ke atas merasakan rangsangan yang hebat dari lubang vaginanya. Sementara bibirku masih tetap  menjilati lubang vagina Tati ” OOOhhh…AAhhhh…MMMhhhhh…..AAhh…..” Tati semakin mendesah menahan birahinya. Perlahan kuselipkan tanganku ke balik bantal dan kukeluarkan sebuah kondom yang telah kulepaskan dari kantongnya. Sambil tetap menjilati Memek pembantuku, aku berusaha memasangkan kondom tersebut ke dalam batang kemaluanku. Ku lihat Tati masih mendesah dan menengadahkan kepalanya menahan rasa nikmat.

Aku tidak ingin kehilangan momentum lagi, jangan sampai Tati keburu mencapai orgasme. Perlahan kuhentikan jilatanku dan kutuntun pantat Tati agar duduk di sampingku. setelah itu aku duduk dan membaringkan Tati di sampingku. Aku mulai menaikkan tubuhku diatas tubuh Tati. Kami kembali saling berciuman di bibir…lama.

Setelah puas berciuman, kukecup lagi kening Tati..oh betapa sayangnya hatiku padanya. Kupandangi wajah pembantuku…lama, kami saling berpandangan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kuelus rambut di atas keningnya sambil memandangi wajahnya penuh rasa sayang.

Perlahan aku memperbaiki posisi tubuhku, aku mengangkat sedikit tubuhku dan bertumpu pada kedua lenganku. Ku genggam batang kemaluanku yang sudah mengeras dan tegang dan yang telah terbungkus oleh kondom berbintik-bintik. Lalu kuarahkan ke bibir kemaluan pembantuku…perlahan kugosok-gosokan penisku di bibir vagina Tati…semakin kugosok semakin licin vagina Tati. Kulihat Tati sudah mulai memejamkan kedua matanya. Vaginanya semakin basah dan pada kesempatan itu sambil menggosokan ujung kepala penisku, kutekan perlahan penisku dan blesss….penisku amblas dan masuk semua kedalam vagina Tati. Kulihat mulut Tati menganga ketika batang kemaluanku menancap keseluruhan kedalam vaginanya. Aku mulai menaik turunkan pantatku dan  memompa vagina Tati dengan kontolku…Tati meram dengan kening berkerut menahan rasa nikmat dan mulai memasukan jari telunjuknya di dalam mulutnya sambil kadang menjilatinya.

Kurapatkan tubuhku ketubuh Tati ketika aku mulai mendengar Tati  mendesah dan merintih ” aahhh…ooohhh……ohhh……..” langsung kulumat bibirnya sementara kontolku masih tetap memompa vaginanya “Mmmmhh…mmmmhhhh” Aku merasakan pertahananku sudah mulai goyah..begitu juga Tati….Aku semakin mempercepat goyangan pantatku dan semakin cepat memompa vagina Tati dan bibir kami tetap saling bertautan…akhirnya “EEmmmm…emmm..eeemmm” kami berdua mengejang dan mencapai klimaks sambil tetap berciuman…setelah air maniku muncrat dan aku menjadi lemas baru ku lepaskan ciuman di bibir Tati ” Haaahhhh…” terdengar Tati terengah-rengah. Lalu aku menjatuhkan tubuhku disamping Tati. Tersenyum puas aku memandangi Tati ; Pembantu sekaligus kekasih hatiku. kugenggam jemari tangannya lalu kurangkul tubuh tanpa busananya. Aku dan Tati lalu tertidur saling berdekapan. Kubiarkan kondom yang telah terisi air maniku tetap berada di penisku. Sementara TV dan DVD playerku tetap menyala.

Tengah malam   tepat dini hari jam 03.25 aku terbangun, aku merasakan sesuatu mengikat di penisku yang membuat aku tidak nyaman dan sedikit rasa sakit dipenisku. Ohh..ternyata kondomnya masih terpasang dan tergantung di penisku yang sudah mengecil. Kulihat Tati tidur disampingku dengan nyenyaknya.

Aku segera bangkit berdiri ingin ke kamar mandi membersihkan penisku, tak lu pa aku matikan DVD player terlebih dahulu, sementara TVnya sudah tidak menyala lagi. mungkin mati secara otomatis karena tidak ada siaran lagi.

Selesai dari kamar mandi aku kembali ke kamar., kulihat Tati masih tidur . Tiba-tiba hasrat bercintaku bangkit kembali melihat tubuh telanjang pembantuku itu. Aku lalu naik ke atas ranjang, kuelus rambut pembantuku, lalu kucium bahunya. Tati menggeliat dan membuka kedua matanya….”Ba..pak sudah bangun…jam berapa sekarang? ” tanyanya dengan suara yang agak serak. “Hampir jam 4 pagi sayang” jawabku, lalu aku kembali mencium bahunya…kubalikkan sedikit tubuhnya sehingga kini kedua payudara Tati terlihat jelas…tanpa bicara lagi langsung aku kulum puting payudaranya.  kujilati dan kusedot puting susu pembantuku. Tati meletakkan tangannya di atas kepalaku dan mulai mengelusnya – ngelus rambutku. Aku mengerti, itu artinya Tati mulai menikmati rangsangan dari payudaranya yang kusedot. Sambil terus menjilati puting payudara pembantuku, tanganku kuturunkan menuju ke lubang kenikmatan Tati. Kugosok-gosokan jari tengahku ke bibir vagina pembantuku, mulai terdengar desahan tertahan dari mulut pembantuku itu. Aku semakin merasakan birahi takkala salah satu tangan Tati mulai menuju ke puting susu aku dan jari jempolnya mengelus-elus perlahan putingku. Sedotanku di payudara semakin bernafsu dan kini jari tengahku telah masuk sebagian kedalam lubang kenikmatan pembantuku. Terdengar rintihan-rintihan kecil yang keluar dari mulut pembantuku, sementara itu penisku semakin tegang kurasakan. Aku sudah tidak tahan lagi ingin segera memasukkan kontolku kedalam lubang kenikmatan pembantuku yang kurasakan semakin basah. Kali ini aku tidak ingin menggunakan kondom lagi. Aku ingin kontolku merasakan denyutan dan pijatan lembut didalam kemaluan pembantuku. Aku siap bertanggung jawab dan akan segera mengungsikan pembantuku ke tempat lain jika nantinya dia hamil. Begitu batinku didalam hati.

Perlahan kutancapi batang kemaluanku kedalam lubang kemaluan Tati,Pembantuku. Kulihat Tati memejamkan mata dengan mulut setengah terbuka. Sungguh indah wajah pembantuku itu dimataku ketika tubuhku dan tubuhnya menjadi satu, dimana penisku menancap penuh di dalam lubang vaginanya yang terus berdenyut. kurasakan pijatan di batang kemaluanku yang menambah rasa nikmat luar biasa, membuat aku tidak bergerak dan hanya diam saja tanpa melakukan aktifitas memompa. Setelah cukup lama merasakan sensasi pijatan tersebut, aku mulai menaik turunkan pantatku dan mulai melakukan aktifitas memompa….

Sambil memompa pembantuku, aku menyuruh Tati mengelus puting susuku ” Sssayang…pegang susu bbbapppak dong ” Jari tangan Tati mulai mengelus putingku, aku merasakan kenikmatan yang tiada taranya melebihi kenikmatan ketika bersetubuh dengan istriku. Memang benar yang dikatakan orang-orang, sesuatu yang kita dapatkan secara susah dan sembunyi-sembunyi lebih nikmat rasanya. Banyak kasus seorang lelaki yang mendapatkan seorang istri yang cantik jelita tetapi masih berselingkuh dan menemukan kenikmatan didalam tubuh salah satu karyawannya yang hanya berwajah biasa-biasa saja. Tetapi ketika cinta yang terlarang dan sembunyi-sembunyi itu akhirnya di sahkan dan menjadi resmi (Tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi), maka kenikmatan dan sensasi luar biasa yang dirasakan sebelumnya tersebut juga akan menjadi hambar dan hilang dengan sendirinya.  Aku berjanji dalam hati, akan selalu mendampingi Tati dan tidak akan menyia-nyiakan dirinya sampai kapanpun mengingat kebaikan dan ketulusanya selama ini terhadap keluargaku, terutama terhadap diriku.

Aku sudah tidak kuat lagi, kurasakan pertahananku sudah mulai goyah…aku tahu dari tadi pembantuku sudah mencapai orgasme. Hal itu kutahu saat dia mencengkeram kuat kedua pundakku dan lalu cengkeramnya mengendur setelah itu. Pembantuku memang istimewa, disamping gaya bercintanya tidak terlalu ribut dan tidak reseh (tidak mengerang dan merintih dengan suara kencang), Dia juga  penuh pengertian. Biasanya kalau wanita sudah keluar maka wanita akan merasa tidak nyaman bila masih disetubuhi terus. Tetapi Tati dapat mengerti aku dan terus melayani aku sampai aku mencapai orgasme. Tiba-tiba ” OOoogghhh..Tttatiiiii….” crooot..crooot…crooott….”Aaahhhhh….” akhirnya aku keluar juga, spermaku menyembur didalam lubang kenikmatan pembantuku. Ini adalah kali ke dua aku menyemburkan spermaku langsung kedalam rahim pembantuku tanpa memakai kondom. Yang pertama adalah ketika pertama kali keperawanan pembantuku kurenggut dan ini adalah kali keduanya. Dan aku siap bertanggung jawab atas segala resikonya.

Tubuhku lemas, aku menjatuhkan tubuhku ke tubuh pembantuku. Penisku masih kubiarkan tertancap di vagina pembantuku. Kusandarkan kepalaku ke wajah pembantuku, aku menarik nafas dalam-dalam.

Perlahan kuangkat kepalaku sedikit, kini wajah kamu saling bertatapan, dekat sekali…kurang lebih 10 cm jaraknya Kutatap wajah pembantuku, ada rasa sayang dan cinta didalam hatiku kala menatap wajahnya. Kurasakan penisku mulai mengecil didalam lubang kemaluan pembantuku. “Tati…Maukah kamu menjadi istriku ?”….”Kita menikah diam-diam dikampungmu sayang….Bapak sayang sekali sama kamu” kataku pelan. Kulihat pandangan Tati menerawang ke langit-langit kamar “Tati tidak mau menyakiti hati Ibu….Tati takut Pak” jawabnyanya pelan, hampir tidak kedengaran. Perlahan aku bangkit duduk, kulihat sebagian spermaku menetes keluar dari lubang kemaluan Tati. Aku segera mengambil handuk dan mengelap bibir vagina pembantuku dan juga batang kemaluanku. Kuajak Tati duduk bersandar di ujung tempat tidur, lalu kurangkul pundaknya agar merapat ketubuhku. “Tapi…Bapak merasa sejak hubungan kita ini berlangsung, hidup bapak terasa begitu indah, Bapak lebih bersemangat kalau ke kantor….bapak takut kehilangan dirimu…bapak takut sewaktu-waktu kamu akan meninggalkan keluarga ini…terutama…meninggalkan bapak ” kataku sedih. “Tati akan selalu bekerja disin…” “Tidak mungkin” kataku memotong pembicaraannya. ” Kamu khan masih belum menikah, keluarga kamu tahunya kamu belum menikah dan suatu hari pasti dipaksa harus menikah..kamu pasti akan disuruh pulang Tati…” kataku setengah putus asa. Tati hanya diam saja ” Tati..kumohon…kumohon kamu mau menjadi istriku…biarlah hanya kamu dan keluargamu yang tahu kalau aku akan memperistri kamu secara diam-diam tanpa sepengetahuan istriku” “kita menikah secara sederhana dikampung kamu lalu kamu ikut bapak ke jakarta lagi, nanti bapak akan belikan sebuah rumah didaerah perumahan dibogor agar kamu bisa tinggal disana…kamu boleh kok mengajak Ibu dan adikmu tinggal bersama disana” Tapi Tati tetap diam saja. Kami berdua diam cukup lama, sementara jam kulihat sudah menunjukkan pukul 05.35

“Pak…maafkan Tati ya…biarlah Tati mencintai bapak didalam hati saja, Hanya Allah yang tahu betapa inginnya Tati menjadi istri bapak…tapi Tati tidak mau menghancurkan kebahagian rumah tangga Bapak dan Ibu yang sudah begitu baik terhadap Tati…maafkan Tati ya Pak..” Aku benar-benar terharu, kudekap semakin erat tubuh pembantuku…tak terasa air mata menetes dari kedua mataku…aku benar-benar merasa sedih….tak sanggup aku menghadapi kenyataan seandainya satu hari nanti Tati akan pergi meninggalkanku. ” Jangan begitu sayang….Bapak tidak bisa dan tidak mau kehilangan kamu, Jangan kamu siksa Bapak seperti ini” . Lama kami berdua terdiam, suasana sunyi menyelimuti kami, hanya tangan saya yang berbicara saat itu dengan mengelus pundak dan rambut pembantuku, sesekali kucium rambut diatas kepalanya.

“Pak…” Tati mulai membuka suara, “Hmm…” Aku berguman ” Kasih Tati waktu untuk memikirkan permintaan Bapak tadi ya…?” Aku kembali mencium kening pembantuku dan kamipun kembali tertidur saling berpelukan. Tepat sekitar jam 7.45 kami terbangun. buru-buru aku bersiap-siap untuk menuju kekantor. Hari itu aku terlambat masuk kantor.

Hubungan rahasia antara aku dan pembantuku berjalan mulus-mulus saja. Didepan istriku tidak terlihat adanya hubungan istimewa antara aku dan pembantuku karena kami selalu bersikap wajar layaknya seorang majikan dan pembantu sehingga istriku tidak pernah curiga apalagi berpikir yang macam-macam. Hal itu sangat melegahkan diriku. Seminggu setelah istriku pulang dari surabaya tiba-tiba Tati pembantuku meminta izin pulang kampung, katanya Ibunya sakit dikampung dan dia ingin menjenguknya. Aku kaget bukan main mendengar hal tersebut tetapi karena disitu ada istriku maka aku hanya diam saja dan membiarkan istriku saja yang bicara. Apakah karena permintaanku beberapa hari yang lalu yang membuat Tati berkeinginan untuk pulang kampung dan tidak kembali lagi ? begitu batinku didalam hati. Ternyata tidak…Tati katanya hanya ingin pulang menjenguk ibunya selama seminggu dan setelah itu akan kembali lagi bekerja dirumah kami. Plong rasanya hati ini mendengar hal tersebut.

Tetapi manusia hanya bisa merencanakan dan berandai-andai, Ternyata hal yang kutakutkan benar-benar terjadi. Tati tidak lagi kembali. Setelah lebih dari 10 hari tidak ada kabar dari Tati,  kami mencoba menghubunginya ke ponsel tetapi tidak diangkat. Kadang aku dan istriku menggunakan nomor ponsel teman untuk menghubunginya, tetap tidak diangkat. Mungkin Tati tidak mau kembali lagi, padahal baju-bajunya masih banyak di dalam lemari pakaiannya, bahkan gaji bulan terakhir belum sempat diambilnya.

Istriku cukup kecewa, anakku alex sering memanggil dan bertanya “Kak Tati mana?” dan yang paling merasakan kehilangan adalah aku…diriku…

Sejak kehilangan Tati pembantuku itu, hidupku menjadi kurang bergairah, aku jadi gampang marah kalau di kantor. Aku benar-benar merasa kehilangan dan terasa hampa hidup ini. Aku jadi sering melamun…Tapi di depan istriku aku selalu berusaha bersikap seakan-akan tidak terjadi perubahan dalam diriku.

Biasanya kalau pulang kerja aku langsung pulang kerumah, tapi sejak aku Tati pergi, aku benar-benar merasa nelangsa…aku mulai merokok lagi…aku jadi senang pergi ke ancol dan menyendiri di pinggir pantai diatas batu karang sambil merokok dan minum sekaleng atau 2 kaleng bir. keadaan aku seperti itu berlangsung hampir sebulan sampai akhirnya aku sadar bahwa kisah kasihku bersama pembantuku mungkin memang harus berakhir sampai disini saja. Kami mungkin tidak ditakdirkan untuk bersama…semoga Tati menemukan kebahagiaannya kelak. Meskipun menyakitkan tetapi aku harus merelakannya.

Benar kata orang bijaksana : Semakin kamu menyayangi seseorang semakin harus kau biarkan dia pergi dari hidupmu.

Semoga kisah saya ini bisa menjadi pelajaran buat teman-teman pembaca agar jangan terlibat dalam cinta terlarang…sungguh menyakitkan akhir kisahnya.

terima kasih.

PS: Buat Tati-ku tercinta, Kamu harus tahu bahwa sampai kapanpun Bapak akan selalu mencintai dirimu. Kalau kamu secara tidak sengaja membaca kisah ini, kamu pasti tahu bahwa ini adalah kisah antara KAU dan AKU karena semuanya Bapak tulis sesuai dengan yang terjadi diantara kita. Semoga kamu tidak melupakannya. Kapanpun kamu membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk menghubungi Bapak karena nomor HP Bapak masih yang dulu dan tidak akan pernah Bapak ganti. Salam rinduku padamu “YY” (YY adalah initial panggilan sayangku pada Tati yang merupakan kependekkan dari Yayang ; hanya Tati dan Aku yang tahu sebutan itu)

Tak ada yang bisa memahami perasaan ini, sunyi hati , sepi jiwa ,hanya debur ombak sebagai teman dimalam panjang tanpa dirimu..kasih. , T’lah kucoba pahami apa arti hidup ini, tapi rasa seakan hidup ini tiada arti. Semuanya  hambar  tanpa hadirnya dirimu, Kepergianmu membuat jiwa ini kosong, hampa menerpa kesendirianku. ingin menangis dan teriak sekuatnya tapi air mata ini seakan mengering, suaraku seakan hilang ditelan gemuruh ombak. Semakin merindu padamu semakin tersiksa perasaanku. Tuhan, mungkin hanya kamu yang paling memahami perasaanku . hanya padaMu aku berserah diri, memohon ampun atas cinta rahasiaku bersamanya. Semoga dikehidupan yang lain kita dapat bersama selamanya tanpa ada yang terluka dan terkhianati. Tidak seperti saat ini dimana sudah adalah yang memilikiku.

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: